Diary Off Loss
Bisa membuat tubuh merinding saat membaca buku true story ini. Diary of Loss menuturkan kisah nyata seorang perempuan yang berjuang bangkit dan pulih dari trauma paska aborsi. Bagaimana ia terperangkap dalam sebuah penjara yang membuatnya tak ingin hidup lagi, dan bagaimana ia berjuang keluar dari penjara itu melawan stigma dan rasa bersalah yang ada dalam dirinya. Trauma paska aborsi tidak hanya merenggut sebuah kehidupan, namun juga membuat banyak perempuan kehilangan harga diri, kebekuan emosi hingga keinginan untuk bunuh diri. Kisah ini mewakili kisah banyak perempuan lainnya yang terjebak dalam situasi yang sama.
Dalam buku ini, Inna Hudaya mencoba mengangkat isu yang masih tabu untuk di bicarakan. Selain kisah nyata tentang perjuangan melawan trauma, buku ini juga menjelaskan tentang POST ABORTION SYNDROME dan gejala-gejala yang terjadi pada perempuan yang mengalami trauma paska aborsi.
SAMSARA ABORTION RECOVERY adalah sebuah lembaga pelayanan paska aborsi yang menyediakan layanan konseling dan pendampingan bagi para perempuan korban trauma paska aborsi. Buku ini adalah salah satu usaha kampanye “Samsara Abortion Recovery” dalam melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai Sindrom Paska Aborsi.
Buku ini merupakan salah satu upaya SAMSARA dalam melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai POST ABORTION SYNDROME. dengan adanya buku ini, para perempuan yang mengalami depresi paska aborsi semoga dapat kembali percaya pada kehidupan dan melakukan recovery.
berikut potonganya :
“..Ya Tuhan, benar-benar menyakitkan, vaginaku dikoyak-koyak seperti sebuah mainan. Jari-jemari Mamih bermain-main di dalam liang vaginaku. Seluruh urat vaginaku berkontraksi dan mencoba melawan, namun percuma. Rasa sakit itu jauh lebih kuat. Aku bisa merasakan mulut vaginaku menyempit dan menjepit jari Mamih,.”
(cuplikan buku “Diary of Loss”)
selamat membaca!











Leave a Reply